Rabu, 15 Januari 2020

kala perjalanan pulang


Hujan dan angin kembali menyapa, kendaraan semakin merayap, suara klakson bersahut-sahutan seakan semakin keras suaranya akan mempercepat sampai di tujuan. 

Bis jemputan yang tersendat-sendat melaju melindungiku dari segara hiruk pikuknya jalanan. aku berusaha memejamkan mata, tidur sejaman sudahlah cukup melepas lelah. Tapi terbayang kamu. Kamu yang berdesak-desakan di bis ataupun kereta, samasekali tak dapat memejamkan mata hanya bisa menahan rasa pegal di kaki. Tak terbiasa dengan kepadatan di jalanan ibu kota setiap harinya.

Tua, dijalanan katamu. Tapi kamu bersabar dengan segala lelah dan penat selama di perjalanan. Meski tak melulu kusambut dengan senyuman, kamu selalu pulang,
maka
Kuucapkan terimakasih❤

Disepanjang jalan, menantikan kamu untuk pulang juga

~W~

relativitas waktu


Sudah satu bulan katamu,
Hah, kok rasanya kaya baru kemarin.

Tanpa perayaan, tanpa kejutan, tanpa hadiah.
Karena bilangan waktu yang masih telalu prematur untuk dirayakan.
Semoga semakin bertambah waktu, semakin banyak kebaikan-kebaikan yang kita tanam di sepanjang perjalanan.

Bekasi, ditengah tumpukan barang-barang sehabis banjir
~W~

Senin, 13 Januari 2020

kebahagiaan hari ini


Kado peralatan memasak yang kesekian kalinya. Mungkin ini pertanda dari semesta kalau harus memulai rajin masak😅. Bye-bye hidup minimalis. Belum apa-apa, barang-barang udah banyak aja. 

Teruuus ada yang kegirangan dong dapet cerek buat bikin teh disetiap paginya, yakin banget seringnya akan bikin sendiri karena punya istri yang pemalesan.

Semoga barang-barangnya awet bukan karena ga pernah dipake, hehe... 

Gunung sindur yang isi rumah masih berantakan
~W~

Minggu, 12 Januari 2020

Rencana-Rencana


Ketika rencana tak berjalan sebagaimana mestinya maka sudah, nikmati saja jalur lain kehidupan yang telah digariskan. 

Pun ketika rencana itu mewujud, nikmati juga dengan penuh kesyukuran. Meski sebenernya banyak ini-itu yang kurang, yang layak untuk dikeluhkan. Belajar darimu, perbaiki dalam diam. Perlahan saja, jalani pelan-pelan. Dimanapun, semoga suasana rumah kita seperti surga bisa mewujud.

Terimakasih buat Bapak dan ibuk mertua yang membantu proses kepindahan, Mas Jon, Kang Gede, dan syifa. Ini hanya sementara. 
Yosh! Bersiap untuk kepindahan selanjutnya. 

Gunung sindur yang ternyata bukan gunung, kaget ngelilat dihalaman ada tenda, kirain ngajak tidur di tenda malam ini -__-"
~W~

Kamis, 09 Januari 2020

recovery

Sudah satu minggu lebih, mencuci, membersihkan dan membereskan barang-barang yang terendam banjir nampaknya perlu proses cukup lama untuk recovery dari bencana ini.

Saya cuman sanggup bantu bersih-bersih sehari-dua hari aja, abis itu tepar karena batpil-pusing dan demam, kemudian dokter mendiagnosa terkena infeksi saluran pencernaan. Lebih lagi ada penyakit yang sudah ada karena ritme hidup yang ga sehat dengan sering begadang dan makan kurang teratur semenjak tiga tahun lalu. Dokter mewanti-wanti untuk merubah ritme hidup menjadi lebih sehat.  Setelah tiga hari dan obat habis, tapi batuk tak kunjung membaik akhirnya ke dokter yang lain dan didiagnosa infeksi saluran penafasan.

Sementara itu, kamu juga para korban banjir kesal karena orang-orang sibuk menyalahkan si ini si itu bukannya sibuk bergerak membantu. 

Lain kali, si winda harus lebih sering membantu orang-orang yang terkena musibah ya. Buat sekarang, recovery tubuh dulu lah.

Bekasi yang disekeliling juga masih sibuk bebenah paska kebanjiran bahkan masih ada yang lumpur di rumahnya sepinggang, katanya

~W~

Rabu, 01 Januari 2020

Tahun baru, apanya yang baru?

Tak seperti tahun-tahun sebelumnya dimana tiap pergantian tahun sangat ramai dengan dentuman petasan dan kembang api. Kali ini senyap, hanya ada suara rintik hujan yang tak henti menyelimuti malam pergantian tahun, membuat orang menangguhkan berpesta.

Tak seperti tahun lalu, meski tak turut merayakan di jalan, saya menyusun berbagai resolusi yang sebagai besar disalin dari resolusi tahun-tahun sebelumnya. Tidak kali ini. Status sebagai mahasiswa juga status sebagai lajang telah berubah. #2019GantiStatus tercapai. #2020...(titiktiktik ntah apa) tak lagi resolusiku, tapi resolusi kami berdua. Tapi nyatanya tidak. Tak ada pembicaraan rencana-rencana malam itu. Kami hanya tahu: tahun baru kali ini akan banyak hal-hal yang baru buat kita berdua.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, tanpa agenda perayaan. Kami bersiap untuk menyambut awal tahun baru dengan rumah baru-lebih tepatnya sebuah rumah kontrakan di antah berantah nun jauh disana; jauh dari hiruk pikuk pusat kota. 

Tak lama setelah peralihan tahun baru terdengar tangisan bayi, suara anak-anak dan ibu-ibu yang berbisik~entah menenangkan tangisan atau saling menghapus kegelisan masing-masing. Mereka ternyata mengungsi di rumah mertua akibat hujan yang tak henti telah menenggelamkan beberapa rumah di pinggir kali. Air kali menguap. Pagi-pagi kami sudah sibuk memasak untuk para pengungsi, siangnya mencari bahan makanan untuk dimasak malam hari. Rencana pindahan terpaksa ditangguhkan karena posisi rumah sudah terkepung oleh banjir. Perlahan air tak tertahankan lagi masuk ke rumah, meski upaya membuat tanggul di depan rumah untuk mencegah air masuk telah dilakukan. Ternyata air masuk melalui belakang dan samping. Pengungsi yang ada di rumah mencari tempat pengungsian lain. Dan kamipun mengungsi ke tempat yang aman dengan hanya membawa barang2 seperlunya dan hanya dokumen2 penting yang diamankan. 

Tak ada rencana sama sekali menghabiskan hari pertama tahun baru dengan menjadi korban banjir. Tak ada yang berharap, awal yang baru dengan musibah. Tapi tak ada gunanya berkeluh: hadapi saja. Semua akan berlalu. Lekas surut menjadi harapan semua korban yang terdampak banjir. 



Selamat datang 2020, 
Bekasi, dimana petualangan diawal tahun bermula
~W~



Harihari Nashira 13 Januari 2026

Karena kebodohan Ibu mensetting account emailnya dibawah family, jadi blognya Nashira tidak bisa dibuka, sampai entah. jadi untuk simpen-sim...